PAREPARE — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya dalam kondisi aman meski sempat terjadi aksi panic buying di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Kepastian tersebut disampaikan usai ia melakukan peninjauan langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), salah satunya di wilayah Parepare.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Ketua Hiswana Migas Parepare, Ibrahim Mukti, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rudi Partan selaku Asisten Sales Branch Manager Pertamina Parepare.
Bantah Isu Kenaikan Harga BBM
Di sela kunjungannya, Tasming Hamid juga berdialog langsung dengan masyarakat yang tengah mengantre pengisian BBM.
Ia menegaskan bahwa informasi mengenai kenaikan harga BBM per 1 April yang sempat beredar luas dipastikan tidak benar.
“Tidak ada kenaikan harga BBM. Stok di seluruh SPBU Parepare juga dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik atau membeli secara berlebihan,” tegasnya.
Panic Buying Picu Antrean Panjang
Ketua Hiswana Migas Parepare, Ibrahim Mukti, menjelaskan bahwa antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan akibat kepanikan masyarakat.
Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh masih berlangsungnya arus balik, yang turut meningkatkan konsumsi BBM di wilayah Parepare.
Menurutnya, secara umum pasokan BBM sebenarnya tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Tambah Pasokan BBM
Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga memastikan telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan BBM.
Rudi Partan mengungkapkan bahwa distribusi BBM ke SPBU di Parepare telah ditingkatkan secara signifikan.
“Distribusi kita tingkatkan. Jika biasanya SPBU menerima sekitar 8 kiloliter per hari, kini ditambah hingga 24 kiloliter untuk menjaga ketersediaan,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurai antrean serta mengembalikan kondisi distribusi BBM menjadi normal.
Imbauan Tetap Tenang
Wali Kota Parepare juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia menegaskan bahwa isu kenaikan harga BBM yang beredar sebelumnya tidak memiliki dasar kebijakan resmi dari pemerintah.
Pemerintah daerah bersama pihak Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar dan terkendali.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, agar stabilitas pasokan tetap terjaga,” pungkasnya.














